Layanan ini berupa penyewaan jaringan aktif dengan bentuk bandwidth dedicated, menggunakan media fiber optic (inland/submarine) atau radio microwave. Kapasitas minimum telah ditentukan dan dirancang untuk layanan backbone.
2. Dark Core
Layanan ini berupa penyewaan jaringan pasif dalam bentuk core fiber optic yang belum diberi cahaya. Harga dihitung berdasarkan jumlah pair core per kilometer per tahun. Pelanggan dapat menggunakan perangkat aktif sendiri dan menentukan teknologi transportasi serta kapasitasnya secara mandiri.
3. Definisi Titik Layanan dan Titik Interkoneksi
Titik Layanan (Kota SLA)
Wilayah 3T yang menjadi target proyek dan umumnya belum terjangkau layanan internet pita lebar (broadband). Palapa Ring Timur menyediakan jaringan utama untuk mendukung akses internet di wilayah ini.
Titik Interkoneksi (Kota Penghubung)
Wilayah yang telah memiliki infrastruktur backbone dari penyedia layanan internet. Kota ini berfungsi sebagai titik koneksi ke Kota SLA, sehingga penyedia layanan dapat menyalurkan trafik secara estafet melalui jaringan Palapa Ring.
Titik Interkoneksi (Kota Penghubung)
Jika link Timika – Tigi putus, SLA belum dihitung karena Tigi masih dapat terhubung ke Manokwari.
Jika link Tigi – Manokwari putus, SLA belum dihitung karena Tigi masih terhubung ke Timika.
Jika keduanya putus (Timika – Tigi dan Tigi – Manokwari), barulah SLA mulai dihitung karena Tigi sepenuhnya terisolasi.
Target Customer
Network Access Provider
Internet Access Provider
Telco & Cellular Provider
Ketentuan Layanan Bandwidth
Skema pembayaran dibayarkan setiap bulan
Minimum kontrak berlangganan 12 Bulan
Besaran biaya layanan ditentukan dari jumlah kapasitas bandwidth yang disewa